11 Jun 2011

5 Tips Belajar Efektif

Hi guys!
Apakah Anda lelah lama waktu belajar? Apakah Anda bosan melihat buku Anda, menghafal kata-kata? 
Apakah Anda ingin tahu bagaimana belajar efektif? Artikel ini yang Anda cari!

Jika Anda mengalami kesulitan belajar, Anda tidak sendirian! Belajar untuk ujian menjadi masalah bagi sebagian besar siswa. Siswa sering mengatakan bahwa mereka tidak memiliki cukup waktu untuk belajar. Mempelajari waktu bervariasi dari satu siswa yang lain, beberapa dapat belajar di satu jam untuk ujian, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa satu hari tidak cukup. Ini bisa menjadi masalah serius, ketika para siswa yang membutuhkan waktu yang lama untuk belajar gagal ujian, dan ini kadang terjadi, mungkin memberi mereka shock. shock dapat memberikan mereka stres, ini menyebabkan depresi, dan tujuan akhir adalah penyesalan seumur hidup.


3 tips untuk belajar secara efektif:

1. Mengatur waktu Anda!Manajemen waktu selalu merupakan titik penting, tidak hanya dalam belajar, tapi setiap aspek kehidupan kita. Bila Anda harus kemampuan untuk mengatur waktu, Anda akan dapat melakukan hal-hal pada waktu yang tepat dan dengan cara yang efektif. Ketika tiba waktu Anda untuk beristirahat, istirahat! Ketika tiba waktu Anda untuk belajar, belajar! Jangan beristirahat ketika Anda sedang belajar dan tidak belajar ketika Anda mengambil istirahat!Kita perlu istirahat untuk tetap fit saat kita belajar. Ketika Anda sedang mempelajari, berkonsentrasi pada studi Anda.

Ketika saya memiliki ujian keesokan harinya, saya biasanya menghabiskan malam saya dengan bermain game, menonton TV, membaca buku komik, surfing web, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Sebagian besar, aku mulai belajar di setengah 7 lalu dan selesai sebelum 10:00. Rata-rata saya tandai: 80 dari 100. Saya melakukan apa pun yang saya inginkan sebelum saya belajar.

2. Konsentrat!
Konsentrasi adalah titik penting dalam belajar. Bila Anda tidak memiliki konsentrasi, Anda tidak akan dapat belajar dengan cepat. Berkonsentrasi membantu Anda untuk mengingat hal-hal yang lebih cepat. Oleh karena itu, mempercepat belajar Anda.

Ada banyak cara untuk mengembangkan konsentrasi, itu bervariasi dari satu ke mahasiswa lain. Beberapa siswa mengatakan bahwa mendengarkan musik membantu mereka untuk berkonsentrasi, beberapa orang mengatakan bahwa belajar di tempat yang benar-benar tenang membantu untuk berkonsentrasi, saya pribadi ingin belajar sementara aku mendengarkan musik. Ketika saya bosan, aku menyanyi (meskipun suara saya tidak baik).

3. Percaya pada diri sendiri!
Percaya pada diri sendiri adalah satu hal penting. Ini adalah masalah yang lewat dan gagal. Percaya diri menghalangi Anda panik. Terkadang, sebelum kita mulai, kita merasa bahwa ada terlalu banyak menghafal, itu menyebabkan kita panik. Dengan percaya di dalam diri kita, kita mencegah panik dan membantu kami untuk tetap tenang. Dengan demikian, mempercepat waktu kita belajar.

4. Beristirahat sedikit!
Ini juga penting, untuk beristirahat sedikit mencegah kita dari kebosanan. Ini sangat ideal untuk mengambil 5 menit istirahat setiap setengah jam. Gunakan waktu istirahat Anda untuk minum, meregangkan tubuh Anda, dan Anda bahkan dapat berteriak untuk melepaskan stres.

Bagaimana jika Anda  bosan ?
Akan lebih baik untuk belajar bila Anda tidak bosan, karena kebosanan bisa memperlambat Anda. Berhenti belajar untuk sementara waktu, memiliki istirahat yang lebih panjang, 15 menit maksimum, kemudian belajar lagi. Jangan pernah berhenti terlalu lama, berhenti lama tidak akan membantu anda belajar lebih cepat, itu bahkan buang waktu. Ketika Anda berhenti terlalu lama, Anda menjadi terlalu malas untuk belajar lagi.

5. Smile!
Senyum kecil pasti akan membantu Anda. Sedikit tersenyum, namun efek besar. Senyum memberikan semangat untuk belajar. Bahkan jika itu senyum palsu, mereka dapat memberikan semangat beberapa. Senyum adalah tanda-tanda positif cara berpikir, dan berpikir positif memberi Anda semangat untuk belajar. Senyum juga dapat mengurangi waktu kebosanan Anda.

Berharap bahwa tips saya berguna untuk kalian semua.
Semoga menyenangkan...


Read more...

Menjaga Stamina, Kunci Kemenangan

Markis Kido/Hendra Setiawan akhirnya berhasil memboyong emas di ajang Asian Games XVI/2010, setelah mengalami pertarungan sengit melawan pasangan terkuat Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dengan 16-21, 26-24, 21-19 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Sabtu (20/11/10.



Tekad mereka siap “mati” untuk mempersembahkan medali emas di Asian Games ini sebelumnya diungkapkan Kido/Hendra di www.kompas.com (19/11/10), usai mengalahkan salah satu musuh bebuyutannya dari Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae di babak semifinal. Pernyataan mantan ganda nomor satu dunia tersebut menjadi kenyataan dan membuat bendera merah putih berkibar di pertandingan Asian Games XVI/2010.

Setelah sekian lama prestasi bulutangkis Indonesia mengalami mati suri, kini kemenangan Kido/Hendra menjadi gairah baru untuk menumbuhkan semangat bagi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Prestasi Kido/Hendra selama setahun terakhir ini mengalami pasang surut. Tak heran bila di ajang Asian Games XVI/2010 ini, mereka memiliki tekad kuat untuk mengharumkan kembali nama Indonesia di kancah bulutangkis internasional.

Markis Kido dan Hendra Setiawan dipertemukan pada tahun 2003 setelah masuk Pelatnas. Perpaduan keahlian mereka di lapangan menghasilkan sederet prestasi yang membanggakan. Tahun 2005, pasangan ini berhasil memenangkan juara di ajang Asian Badminton Championships dan Indonesia Open. Setahun kemudian, mereka memenangkan piala The Jakarta Satellite, Hong Kong Open dan China Open setelah mengalahkan pasangan nomor dua dunia, Cai Yun / Fu Haifeng.

Tahun 2007, Kido/Hendra kembali menorehkan prestasi yang membanggakan ketika berlaga di Chinese Taipei Super Series. Kemudian pada 2 Desember 2007 mereka berhasil menyabet gelar juara di Hong Kong Super Series. Bahkan di SEA GAMES 2007, mereka juga menyumbangkan emas. Tahun 2008, sebelum meraih medali emas di Olympiade Beijing 2008, mereka memenangkan Malaysian Super Series tahun 2008.

Tahun 2009, Markis Kido dan Hendra Setiawan bersama keempat rekannya, Simon Santoso, Firdasari, Maria Kristin, dan Sony Dwi Kuncoro tergabung dalam TEAM NUTRILITE. Bersama NUTRILITE, mereka mengkampanyekan hidup sehat untuk mencapai prestasi. “Prestasi kami didukung oleh latihan yang terprogram dan dibantu dengan konsumsi NUTRILITE Double X untuk membantu menjaga stamina serta NUTRILITE Hi-Protein untuk membantu memenuhi asupan protein harian,” ungkap Kido/Hendra tentang rahasia prestasinya.

dikutip dari:
Read more...

9 Jun 2011

Biografi Syaikh Shalih Al Fauzan


Beliau adalah yang mulia Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah dari keluarga Fauzan dari suku Ash Shamasiyyah.Beliau lahir pada tahun 1354 H/1933 M. Ayah beliau meninggal ketika beliau masih muda, jadi beliau dididik oleh keluarganya. Beliau belajar al Quran, dasar-dasar membaca dan menulis dengan imam masjid di kotanya, yaitu yang mulia Syaikh Hamud ibn Sulaiman at Tala’al, yang kemudian menjadi hakim di Kota Dariyyah (bukan dar’iyyah di Riyadh) di sebuah wilayah Qhosim.

Syaikh Fauzan kemudian belajar di sekolah negara bagian ketika baru dibuka di Ash Shamasiyyah pada tahun 1369 H/1948 M. Beliau menyelesaikan studinya di sekolah Faisaliyyah di Buraidah pada tahun 1371 H/1950 M. Kemudian, beliau ditugaskan sebagai guru sekolah taman kanak-kanak. Selanjutnya, beliau masuk di institute pendidikan di Buraidah ketika baru dibuka pada tahun 1373 H/1952 M, dan lulus dari sana tahun 1377 H/1956 M. Beliau kemudian masuk di Fakultas Syari’ah (Universitas Imam Muhammad) di Riyadh dan lulus pada tahun 1381 H/1960 M.

Setelah itu, beliau memperoleh gelar master di bidang fiqih, dan meraih gelar doctor dari fakultas yg sama, juga spesialis dalam bidang fiqih.

Setelah kelulusannya dari Fakultas Syari’ah, beliau ditugaskan sebagai dosen di institut pendidikan di Riyadh, kemudian beralih menjadi pengajar di Fakultas Syari’ah. Selanjutnya, beliau ditugasi mengajar di departemen yang lebih tinggi, yaitu Fakultas Ushuluddin. Kemudian beliau ditugasi untuk mengajar di mahkamah agung kehakiman, di mana beliau ditetapkan sebagai ketua. Beliau lalu kembali mengajar di sana setelah periode kepemimpinannya berakhir. Beliau kemudian menjadi anggota Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa Islam (Kibaril Ulama), sampai sekarang.

Yang mulia Syaikh adalah anggota ulama kibar, dan anggota komite bidang fiqih di Mekkah (cabang Rabithah), dan anggota komite untuk pengawas tamu haji, sembari juga mengetuai keanggotaan pada Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa Islam. Beliau juga imam, khatib, dan dosen di Masjid Pangeran Mut’ib ibn Abdul Aziz di al Malzar.

Beliau juga ikut serta dalam surat-menyurat untuk pertanyaan di program radio “Noorun ‘alad-Darb”, sambil beliau juga ikut serta dalam mendukung anggota penerbitan penelitian Islam di dewan untuk penelitian, studi, tesis, dan fatwa Islam yang kemudian disusun dan diterbitkan. Yang mulia syaikh Fauzan juga ikut serta dalam mengawasi peserta tesis dalam meraih gelar master dan gelar doctor.

Beliau mempunyai murid-murid yang sering menimba ilmu pada pertemuan dan pelajaran tetapnya.
Beliau sendiri termasuk bilangan para ulama terkemuka dan ahli hukum, yang mayoritas para tokohnya antara lain:

Yang mulia Syaikh ‘Abdul-’Azeez ibn Baaz (rahima-hullaah);
Yang mulia Syaikh ‘Abdullaah ibn Humayd (rahima-hullaah);
Yang mulia Syaikh Muhammad al-Amin ash-Shanqiti (rahima-hullaah);
Yang mulia Syaikh ‘Abdur-Razzaaq ‘Afifi (rahima-hullaah);
Yang mulia Syaikh Saalih Ibn ‘Abdur-Rahmaan as-Sukayti;
Yang mulia Syaikh Saalih Ibn Ibraaheem al-Bulaihi;
Yang mulia Syaikh Muhammad Ibn Subayyal;
Yang mulia Syaikh ‘Abdullaah Ibn Saalih al-Khulayfi;
Yang mulia Syaikh Ibraaheem Ibn ‘Ubayd al-’Abd al-Muhsin;
Yang mulia Syaikh Saalih al-’Ali an-Naasir;

Beliau juga pernah belajar pada sejumlah ulama-ulama dari Universitas al Azhar Mesir yang mumpuni dalam bidang hadist, tafsir, dan bahasa Arab.

Beliau mempunyai peran dalam menyeru atau berdakwah kepada Allah dan mengajar, memberikan fatwa, khutbah, dan membantah kebatilan.

Buku-buku beliau yang diterbitkan banyak sekali, namun yang disebutkan berikut hanya sedikit antara lain Syarah al Aqidatul Waasitiyya, al Irshadul Ilas Sahihil I’tiqad, al Mulakhkhas al Fiqih, makanan-makanan dan putusan-putusan berkenaan dengan sembelihan dan buruan, yang mana ini merupakan bagian gelar doktornya. Juga kitab at Tahqiqat al Mardiyyah yang merupakan bagian gelar master beliau. Lebih lanjut judul-judul yang masuk putusan-putusan berhubungan dengan kepercayaan wanita, dan sebuah bantahan terhadap buku Yusuf Qaradhawi berjudul al Halal wal Haram.


dicopy dari:

Read more...

SEKEDAR TIPS UNTUK KAUM HAWA

1.    Untuk membentuk bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.

2.    Untuk mendapatkan mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.
3.    Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.
4.   Untuk mendapatkan rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya 
setiap hari.
5.  Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak 
akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, 
diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.
6. Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, 
Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur.
7.  Dan dengan bertambahnya usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk 
menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.
8.  Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya, atau 
cara dia menyisir rambutnya.
9. Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak  
gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang.
Read more...

Do'a

Tameudo'a sabé ~ Malam ngon uroe
Bak Tuhan sidroe ~ Nyang maha kaya
Oh lheueh seumahyang ~ Taleueng ngon jaroe
Malam ngon uroe ~ Tarô ie mata

Ta duek meusadeu ~ Bak balee rapat
Ta deungoe seumeubeuet ~ Ngon baca kitab
Bek tuwoe tanyoeng ~ Nyang hana teupat
Beuseulamat ~ Donya akherat...
Moga najah ~ Tameung Syiruga..
Read more...

7 Jun 2011

Dongeng Cinta

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya.

“Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.

Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,” kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya.

CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran “Sebab……HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”
Read more...

Humor Ustadz

Sebuah keluarga terdiri dari Bapak, Ibu, 2 anak perempuan dan 2 anak laki2, mereka dikunjungi oleh seorang ustad yang ahli matematika. Sudah jadi tradisi untuk menjamu dan menghormati tamunya. Keluarga tadi menyembelih 5 ekor ayam. Pada saat pembagian ustad tersebut bertanya mau dibagi ganjil atau genap, keluarga tadi menjawab dibagi genap.
Sang ustad kemudian berkata :
"Bapak + 2 anak laki-laki + 1 ekor ayam = 4 , kemudian Ibu + 2 anak perempuan + 1 ekor ayam = 4, dan saya (ustad) + 3 ekor ayam = 4".
Keluarga tersebut protes dan menyarankan supaya dbagi ganjil saja. Ustad kemudian membaginya sebagai berikut :
"Bapak + Ibu + 1 ekor ayam = 3, 2 anak perempuan + 1 ekor ayam = 3, 2 anak laki-laki + 1 ekor ayam = 3, dan saya (ustad) + 2 ekor ayam = 3".
"Inilah pembagian yang adil, silahkan memilih. !!!!!
Read more...

Pesan dari Musang

By Hasan Basri M Nur.


KEBERADAAN manusia sebagai ciptaan paling sempurna (ahsanu taqwim) mulai “digugat” makhluk lain. Wibawa manusia seakan luntur di hadapan seekor luwak (musang). Kopi dari kotoran (faeces) musang (paradoxurus hermaphrodites) menjadi minuman favorit yang diincar manusia modern di berbagai tempat.


Musang pun tampil bak selebriti dunia yang menjadi pembicaraan hangat di mana-mana. Jika selebriti diidolakan penampilan fisiknya, musang bahkan dikagumi hingga tahinya. Musuh bebuyutan ayam itu pun menjadi binatang peliharaan istimewa bagi petani kopi guna membantu mereka dalam memproduksi kopi cita rasa tinggi.

Kopi produksi usus musang harganya berlipat ganda dibanding kopi biasa yang bebas intervensinya, mencapai Rp2 juta/kg. Di salah satu warung kopi di Banda Aceh, misalnya, kopi pancung luwak dihargai Rp 15 ribu. Walau berharga selangit, namun ia tetap dicari. Ini menunjukkan bahwa pada hakikatnya naluri manusia tetap menginginkan bahan pilihan untuk dipakai. Aspek inilah yang kerap luput dari perhatian produsen makanan dan bahan produksi lainnya.

Kegemaran warga Aceh mengonsumsi kopi luwak telah menimbulkan kontroversi hukum. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh belum memberikan pendapatnya di tengah kegelisahan pengusaha kopi luwak (Serambi, 30-31/5/2011). Sementara MPU Aceh Utara telah menyatakan halal mengonsumsinya setelah menyucikan noda najis dari bijian kopi. “Kalau setelah dicuci bersih dan disemai ternyata biji kopi itu masih bisa tumbuh, berarti kopi itu halal dikonsumsi. Biji kopi itu hanya sekadar bernajis. Dengan dicuci saja sudah hilang najisnya,” ujar Ketua MPU Aceh Utara, Tgk H Mustafa Ahmad (Serambi, 28/5/2011).

Kesigapan MPU Aceh Utara dalam merespons permasalahan aktual ini patut dipuji sehingga umat tidak linglung terlalu lama. Melarut-larutkan jawaban atas permasalahan ini dapat dianggap ketinggalan kereta karena pada 20 Juli 2010, MUI Pusat telah menyatakan halal mengonsumsi, memproduksi dan memasarkan kopi luwak (www.mui.or.id). Masyarakat Aceh dapat saja merujuk pada fatwa MUI Pusat jika MPU Aceh tidak segera memberikan pendapatnya.

Pesan moral
Seharusnya renungan dan kajian seputar kopi luwak tidak hanya sebatas persoalan halal haram mengonsumsinya, melainkan juga dapat menggali pelajaran lain yang dititipkan musang melalui kotorannya itu. Barangkali musang melihat perilaku manusia sudah mulai menyimpang dari tujuan dasar penciptaannya, sehingga ia pun hendak mengingatkan manusia tentang kejujuran, komitmen menjaga amanah dan nilai-nilai moral lain yang mulai dinistakan.

Berbeda dengan musang, manusia kerap mengelabui konsumen dalam memoles produknya yang dari luar terlihat sangat memikat tapi isi di dalamnya terkadang mengecewakan. Manusia kerap mengelabui manusia lain melalui pemalsuan merek, benda-benda bodong, produk prematur, mengurangi timbangan, hingga mengganti tanggal kadaluarsa. Sementara musang tidak pernah berdusta dalam melahirkan produknya. Keluaran kopi luwak tetap dalam standard baku yang tidak akan memunculkan komplain dari konsumen saat mencicipinya. Agaknya musang sangat yakin bahwa kebohongan itu pada waktunya pasti akan terbongkar. Karenanya dia tidak ingin dihakimi dan dituduh sebagai pengkhianat di kemudian hari.

Segala ciptaan Tuhan di muka bumi pasti memiliki hikmah, walau terkadang manusia enggan menghayatinya. Dalam Alquran, Allah memberi gambaran kehidupan beberapa binatang seperti lebah, semut dan burung-burung. Allah juga mengingatkan, walaupun manusia diciptakan sebagai makhluk paling sempurna dari bentuk fisik disertai pemberian akal dan hati, namun karena kelengahannya dapat terjerumus dalam lembah kehinaan, bahkan lebih hina daripada binatang ternak (QS.Al-A’raf:179).

Walau sudah sejak dini diwarning Alquran, namun sebagian manusia tetap saja mengedepankan nafsu dalam menggapai ambisi walau harus menyakiti dan mengkhianati antarsesama. Pemberhalaan kekuasaan dan uang telah menjerumuskan manusia ke jurang kehinaan. Kisah penguasa yang mengeksploitasi rakyat kecil dalam merebut atau mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara haram dan batil menjadi cerita klasik dalam sejarah manusia. Tragisnya lagi, virus ini bahkan ikut menjangkiti kalangan akademisi dan agamawan yang sejatinya memainkan peran yang sesuai antara perkataan dan perbuatan. Ini terjadi karena dicampakkannya fungsi akal dan hati dan mengedepankan hawa nafsu. Akal seakan-akan hanya digunakan untuk memikirkan bagaimana caranya mengelabui.

Berbagai kerusakan terjadi akibat ulah manusia dan pada ujungnya manusia sendiri menjadi tumbalnya. Pemanasan global yang menggejala di abad modern diakui sebagai buah kerakusan manusia dalam eksplorasi dan ekploitasi lingkungan. Hujan yang sebenarnya rahmat dapat berubah menjadi banjir yang siap menyapu manusia. Perilaku ini sejak dini telah diprediksi Alquran (QS. Ar-Rum: 41), bahwa kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia dan manusia akan merasakan akibatnya.

Akhir-akhir ini perilaku manusia makin menjadi-jadi. Sebagian dari mereka enggan mengakui kesalahan dan kelemahan. “Kambing hitam” pun disiapkan sebagai legalitas untuk mengelak bertanggung jawab atas kegagalan. Padahal, sikap saling tuduh, saling hina, apalagi mencari “manusia hitam” tak pernah dilakonkan oleh hewan dalam sejarah hidupnya. Kambing tak pernah menyalahkan domba manakala santapan rumput telah duluan dihabisi domba. Harimau tak pernah menyiapkan pasukan perang untuk menyerbu serigala karena mencari nafkah di kawasannya. Musang tak pernah dengki pada tupai yang duluan memanen buah pepaya ranum. Rasa saling hormat dengan komitmen menjunjung aturan main dipatuhi oleh binatang, sehingga dendam dan perang saudara antarhewan terelakkan.

Kisah-kisah hidup hewan sejatinya menjadi renungan bagi manusia untuk mengembalikan jati dirinya agar terhindar dari cap lebih hina dari hewan ternak. Kisah musang yang tidak serakah melainkan menyisakan yang terbaik untuk dikonsumsi manusia dapat menjadi titik awal dalam memperbaiki sikap. Musang tidak membabat habis biji kopi milik petani, hanya menyortir bijian yang betul-betul telah matang dan kemudian mengolahnya untuk dicicipi manusia perlu dijadikan pelajaran agar kita saling mengasihi, memiliki solidaritas, dan tidak tamak.

Kita berharap agar mereka yang sedang duduk di kursi empuk pemimpin meninggalkan yang terbaik bagi rakyat dan generasi penerus sebagaimana musang meninggalkan kopi pilihan dari duburnya. Gugatan dan pesan moral dari musang yang ikut prihatin melihat nasib manusia sebagai pertanda bahwa negeri ini sudah berada di titik nadir dan perlu penyelamatan. Binatang mamalia yang hidup dalam kegelapan itu tak rela melihat manusia terjerumus dalam kehinaan dan melalui isyarat-isyarat kebinatangannya memberi nasihat kepada kita. Sungguh naif seorang pemimpin yang hanya senang pada kopi tahi musang tapi tak meninggalkan warisan apapun untuk anak cucu. Semoga!


* Penulis adalah dosen Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
Read more...