Diceritakan oleh seorang Qadhi Maushil Yahya Al-Ghassani, sebagai berikut:
“Wahai Amirul Muk-minin, saya mendengar berita bahwa barangsiapa mempunyai keluhan, dia boleh mengadukannya kepada Amirul Mukminin secara langsung.”
Beliau menjawab, “Benar.”
Orang itu berkata, “Di hadapan Anda telah ada seorang yang teraniaya dan jauh dari rumah-nya.”
Khalifah bertanya, “Di manakah keluargamu?”
Dia menjawab, “Di Aden.”
Khalifah berkata, “Demi Allah, rumah-mu benar-benar jauh dari rumah Umar.”
Khalifah segera turun dari kudanya dan berdiri di hadapannya, lalu bertanya, “Apa keluhanmu?”
Dia berkata, “Barang milik ku diambil oleh orang yang mengaku sebagai pegawai Anda.”
Umar bin Abdul Aziz segera menulis surat kepada gubernurnya di Aden, Urwah bin Muhammad, yang berisi, “Jika suratku telah sampai kepadamu, maka dengarkanlah keterangan dari pembawa surat ini. Bila terbukti dia memiliki hak, segera kembalikanlah haknya.” Surat tersebut beliau stempel kemudian diserahkan kepada orang itu.
Ketika orang itu hendak pergi, Umar berkata, “Tunggu sebentar, engkau datang dari tempat yang sangat jauh, pasti telah mengeluarkan biaya banyak untuk perjalanan ini. Mungkin baju barumu menjadi usang atau kendaraan-mu mati di jalan,” kemudian beliau menghitung seluruhnya hingga men-capai sekitar sebelas dinar, lalu beliau berikan sebagai ganti rugi kepada orang itu sambil berpesan, “Beritahukan kepada orang-orang supaya tidak segan-segan melapor dan mengadu kepadaku meski-pun rumah mereka jauh.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar